Hukum yang terutama by Pdt.Gilbert L - RPK FM

25 Februari 2023



Hukum yang terutama

Daud menyatakan dalam Mzm 119:105 Allah menerangi jalan kita yang menuju kemenangan.

Hari ini harinya Tuhan bag ke-8 
Program Ke 

"Hukum yang terutama"

Alkitab seringkali dianggap buku yang menakutkan. Ini hukum yang begitu berat untuk dilaksanakan:
  • Orang yang menganiaya kita, kita harus doakan
  • Orang yang mengutuk, maka kutukan itu kembali kepada kita
  • Orang yang membenci sama dengan membunuh.

Akan tetap sesungguhnya hukum Tuhan itu tidak menjerat hidup kita, sehingga kita hidup dalam kemenangan, bahkan hukum itu dibuat untuk membuat kita hidup dalam Damai Sejahtera.
Dari semua hukum Tuhan yang ditulis dalam Alkitab, Tuhan Yesus membuat intisarinya, yaitu mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia sebagai Hukum Yang Terutama.

Markus 12:28-34

  • Kasihilah Allah dan Kasihilah manusia.
  • Mengasihi lebih daripada korban perdamaian.
  • Menarik tentang hidup jika menjalankan hukum yang terutama. Bagaimana kita tidak bisa memahami perkataan ini.
  • Anak kecil jangan didoktrinasi dengan pandangan salah tentang Firman Tuhan. Anak kecil tidak boleh bercanda di Gereja, tetapi bukan berarti bahwa seorang anak itu harus kita intimidasi dengan tatacara yang menjajah.
  • Anak Remaja juga harus dididik bahwa hukum Tuhan itu membebaskan kita dari ikatan dunia ini. Jangan sampai kita menjadi orang yang antipati kepada Tuhan.

Bagaimana menjalankan Hukum yang terutama tersebut:
  1. Dasar pelaksanaan firman Tuhan, adalah Kasih kepada Allah
  2. Kasih harus dilaksanakan dalam keseharian kita.
  3. Kasih harus dilaksanakan tidak boleh terpaksa.
Kasih bukan hanya mengulurkan tangan bagi orang yang butuh, tapi melaksanakan firman Tuhan, karena dasarnya kasih kita kepada Allah. Berdosa dan hidup kudus adalah pilihan yang harus diambil berdasarkan kasih kita kepada Allah. Dalam keseharian kita, fokus kita adalah kepada Allah dengan penuh kasih. Sementara itu juga, memikirkan bagaimana kita mengasihi orang yang ada di sekitar kita. Jangan kita sampai mengerjakan firman Tuhan karena terpaksa. Bertobatlah.

Amin.

Komentar

Postingan Populer